HOME / Random / Bangka first visit, trip penuh insiden (?)
Posted May 16th, 2011 , 4
Bangka first visit, trip penuh insiden (?)

Kali ini tujuan jalan-jalan gaje parasitisme ala saya yang lagi-lagi nebeng ibu suri pergi rapat adalah Pulau Bangka P: (nggak pake mikir soalnya pas ditawarin ikut langsung teriak “mau!” padahal baru bangun tidur n nggak kedengeran jelas nawarin apa kemana P: ) Tapi apa dan dimana sih pulau Bangka itu ? Mari kita lihat brief info tentang pulau Bangka yang dikarang seindah-indahnya oleh saya *PLAAAKKK

Bangka, sebuah pulau di sebelah timur propinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Salah satu dari dua pulau utama propinsi kepulauan Bangka Belitung (kalau pulau Belitung/Belitong/Biliton yang disebelahnya pasti pada tahu soalnya jadi primary setting-nya film/novel laskar Pelangi) yang belum lama jadi propinsi setelah lepas dari Propinsi Sumatera Selatan. Dan baru-baru ini dapet predikat propinsi terbaik kedua dalam urusan pengelolaan pasca pemekaran (boleh juga ni gubernurnya)

Terus di Pulau ini ada apaan? Kebanyakan sih sama kaya yang sudah-sudah. Apalagi kalau bukan wisata bahari/kelautan? Yaa… bonus tambang timah yang seabrek juga si secara pulau Bangka ini salah satu penghasil utama Timah di Indonesia selain pulau tetangganya (si Belitung tadi)

random tambang timah shot @ Sungailiat, Bangka Island

Btw setting trip ke Bangka ini di tanggal  11-14 Mei 2011 kmaren

Day penuh insiden 1

Rangkaian perjalanan ke Bangka ini dimulai dari jam 4 pagi soalnya mesti ngejar Primajasa yang ke bandara Soetta di Jakarta secara pesawat ke Pangkalpinang cuman ada dari sana (dari pulau jawa). Sempet stress gara-gara nungguin randompassanger yang lama banget ke wcnya tapi akhirnya sampai di Soetta terminal 1C sesuai rencana dan kita bisa sarapan bersama delegasi rapat dari Bandung n Jakarta dengan tenang dan perlahan sambil nunggu boarding.

Eh nggak tahunya si pesawat dipindah dari gate C-5 ke gate C-2 dan nggak ada pengumuman sama sekali alias baru dikasih tahu pas udah nyampe gate C-5 >_<

Dan begitu duduk manis di dalem pesawat, dihadapkanlah kita dengan insiden perdana yang mengawali rangkaian insiden berantai seluruh trip ini yaitu… ACNYA PANAS ! Baik bener Batavia ini udah ngasih in flight experience soal udara panas pulau Bangka sejak kita masih di jakarta (doh!)

the very first incident, Boeing 737-400, YT-621 CGK-PKP

Well, pas udah selesai take off ACnya langsung normal lagi si…

Begitu mendarat di bandara Depati Amir Pangkalpinang, rombongan delegasi langsung kepisah gaje yang entah gimana ceritanya bisa kejadian di bandara yang nggak kalah kecil dari bandara di Bandung itu walopun akhirnya sukses ngumpul lagi sebelum berangkat ke Hotel Parai tempat kita smua nginep yang lokasinya ada di kota Sungailiat.

Kota Sungailiat? yap. Kota Sungailiat itu kota sejenis Cimahi/Sidoarjo yang jaraknya kira-kira satu jam sebelah utara kota Pangkalpinang ditambah setengah jam lagi buat ke Hotelnya secara itu Hotel adanya di ujungnya utara banget si kota Sungailiat.

random sungailiat city shot

Di Pangkalpinang, selain pemandangan penuh perumahan baru, hotel-hotel yang bagus (Aston,Novotel,Santika), mobil plat BN yang nyetirnya gila semua n kebanyakan platnya merah, kantor gubernur n polda yang letaknya di pinggir kota banget, komplek-komplek bangunan besar punyanya PT Timah (kalo di jawa kebanyakan properti kepunyaan tentara, di sini malah nyaris semuanya kepunyaan PT Timah), antrian super panjang truk kecil/mobil yang mau ngisi solar (kalo di propinsi lain kebanyakan lack of premium disini malah lack of solar), sama ukuran kotanya nggak lebih besar dari kota Banyuwangi/Pasuruan/Solo itu, aku sempet merhatiin kalau di sini banyak banget gedung semodel ruko yang ketutup nyaris seluruhnya sama dinding tanpa jendela. Serem tau liatnya!

random Pangkalpinang city shot #1

random Pangkalpinang city shot #2

Btw di Pulau Bangka ada beberapa sungai besar padahal disini (dan di sekitarnya termasuk lautnya) nggak ada gunung (yang menjadikan pulau bangka katanya bebas bencana gunung meletus, gempa bumi, n tsunami). Itu laut yang misah daratan? bukaaaaan. Itu sungai beneran tapi sumbernya mirip kaya mata air yang ngebentuk danau-danau gitu. Trus katanya , kalau airnya lagi naik, buaya-buaya (buaya beneran) yang ada di hutan-hutan sekitar bakal naik ke jalan raya loh!

Skip 1,5 jam perjalanan karena kupake tidur siang P: n si mobil parkir dengan selamat di Hotel Parai Beach resort di kota Sungailiat tepatnya di pantai Parai Tenggiri (yap, hotel ini punya pantai sendiri). Hotelnya sendiri kaya gimana ? hampir mirip sama si Ketapang Indah Hotel di Banyuwangi selain disini tanahnya agak sempit dan suasananya kaya di hutan rimba soalnya banyak banget pohon n batu-batu besar P:

Random Pantai Parai Tenggiri shot @ Sungailiat, Bangka Island

random Parai Beach Hotel & Resort shot @ Sungailiat, Bangka Island

Langsung disambut sama macam-macam menu makan siang (yang paling notable si ikan tenggiri bumbu kuning) daaaaaaan … insiden nomer 3 di hari yang indah ini which is ketumpahan air kelapa muda gara-gara terlalu semangat ngaduk isi buah kelapanya P:

lunch menu @ Parai Beach Hotel & Resort, Sungailiat, Bangka Island

Masuk kamar, langsung nyalain ac, eksperimen sama tv yang nggak ada siarannya gara-gara kabel antenenya nggak kepasang (perlu setengah jam sebelum notice penyebab super sederhana itu), tidur (lagi), dan bangun buat makan malam sebelum menutup hari dengan sedikit siksaan di kursi refleksi, mati lampu di Hotel jam 10an malem (insiden nomer 4) dan teriakan (nyaris) super kenceng dari aku yang nemu kecoa di dalem kamar mandi (insiden nomer 5) P:

Day penuh insiden 2

Hari yang indah ini diawali dengan bangun kesiangan dan ketusuk duri ikan tenggiri bakar pas lagi sarapan (insiden nomer 1) P: Habis itu aku ngapain ? hikki di kamar karena ditinggal rapat n menikmati acara 4-5 kali mati lampu sampe akhirnya dateng undangan buat makan siang bareng sebelum acara jalan-jalan sore dimana saya, lagi-lagi ketusuk duri ikan tenggiri bakar (insiden nomer 2) P:

Selesai makan siang, aku sempet balik ke kamar dan nyaris ketiduran gara-gara mobil jemputan yang mau nganter jalan-jalan ke kota Pangkalpinangnya nggak dateng-dateng (doh! insiden nomer 3)

Begitu dateng, kita langsung ngebut ke kota Pangkalpinang buat jalan-jalan yang diawali dengan insiden nomer em— nggak ada insiden P: *PLAAAKKK

Jadi kita langsung pergi ke Amui, tukang jual otak-otak ikan di jalan melintas nomer 23 Pangkalpinang. Otak-otak ikan disini enak banget loh (padahal aku ga suka otak-otak ikan tapi yang ini kumakan sampe habis sepiring P: ) n disajiinnya bareng pempek mini khas bangka, kulit ikan yang digoreng crispy (beberapa dikasi campuran jahe), sama tiga jenis saus (Tauco, Terasi, Cuka) Personally, aku paling suka sama yang terasi n tauco karena yang cuka rasanya asem aneh

Otak-otak (left), pempek mini (right), kulit ikan crispy (upper right)

Selesai sama otak-otak, mobil langsung belok ke toko oleh-oleh LCK di jalan kampung bintang raya nomer 444 Pangkalpinang. Kenapa kesini? Karena (katanya) disinilah toko oleh-oleh terlengkap khas pulau Bangka yang isinya beneran barang aneh-aneh khas Bangka kaya rusip (sejenis terasi ikan teri mentah yang mesti didiemin dua minggu sampe bisa dimakan), madu pahit, kripik telur cumi, kripik siput gunggung, dan berbagai benda aneh lainnya P:

random corner aneh-aneh @ LCK souvenir shop, Pangkalpinang, Bangka Island

Selesai ngosongin toko oleh-oleh (dalam arti sebenarnya P: ) kita nembus Pangkalpinang yang setengah gelap gulita gara-gara mati lampu (sering bener disini mati lampu padahal ada PLTD – Pembangkit Listrik Tenaga Diesel, PLTU – Pembangkit Listrik Tenaga Uap, n gosipnya mau dibangun PLTN – Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir segala loh) dan merapat di toko Ishadi di jalan jenderal ahmad yani nomer 46 Pangkalpinang. Toko ini jual apa ? Batik khas bangka D: btw disini batik khas bangka itu namanya Kain Cual.

Batik khas Bangka, Kain Cual

Setelah pulang, acara makan malamnya bersetting di Rock Island Bar-nya Hotel Parai dengan menu… ikan tenggiri bakar (again! dan ketusuk duri lagi) dan macam-macam seafood berbahaya (?) di bawah lampu remang-remang, hiasan lilin yang ternyata bukan lilin, angin kenceng dari laut, daaaaan… semut entah darimana P:

The rock island bar @ Parai Beach Hotel & Resort, Sungailiat, Bangka Island

Day penuh insiden 3

Insiden di hari ketiga diawali dengan… salah nyetel alarm (doh!) jadinya missed kesempatan buat liat sunrise di Parai. Buru-buru sarapan n langsung join dengan tuan-nyonya delegasi yang akan balik ke Jakarta duluan sebelum langsung sport jantung gara-gara mobilnya nggak cukup P:

Acara jalan-jalan pagi (buat yang nggak ikutan pulang) segera di cancel dan dua mobil yang awalnya dipisah (satu ke bandara satu buat jalan-jalan) buru-buru ngebut ke bandara gara-gara udah mepet waktu check in daaaaan diakhiri dengan ganti mobil (yang buat jalan-jalan) pas udah di Bandara karena emang dari awal udah nggak enak P:

Liat jam, udah siang, dan bingung mau jalan kemana, akhirnya si driver hebat kita langsung mengarahkan mobil ke Pantai terdekat, yaitu Pantai Pasir Padi. No words enough to explain the keindahan pantai favoritku selama jalan-jalan di Bangka yang tiket masuknya cuma dua ribu perak ini P:

Yang keren (skaligus agak malu-maluin) aku ‘kan jalan tuh ke tengah pantai super-luasnya buat ngambil foto. Eh nggak tahunya pas noleh ke belakang itu mobil yang posisinya agak jauh udah lenyap dan tiba-tiba muncul di sebelah aku D: ternyata si driver inisiatif buat nyamperin aku biar nggak kelamaan nunggu karena akunya jalan jauh banget dari mobil D: (yap, pasir pantai ini segitu padatnya sampe mobil pun bisa jalan diatasnya D: )

Random Pantai Pasir Padi shot @ Pangkalpinang, Bangka Island

(hampir) Puas di Pasir Padi, pantai berikutnya adalah Pantai Tanjung Pesona yang letaknya di pintu masuk kota Sungailiat D: Well, pantainya nggak gitu istimewa sih selain menurutku pantainya sempit n modelnya mirip-mirip sama Parai, tiket masuknya pun mahal >_<

Random Pantai Tanjung Pesona shot @ Sungailiat, Bangka Island

Btw di jalan sempet makan mie kocok bangka Koba yang buatku nyaris nggak ada bedanya sama mie kocok bandung kecuali kuahnya pakai kuah ikan dan jeruk nipisnya asem banget tapi pas sama mie Kobanya. Wajib nyoba kalo ke Bangka soalnya khas sini (katanya). Btw hiburannya di tempat makannya cukup lumayan which is ngedengerin orang-orang (asumsiku) pemprov yang lagi makan di meja sebelah n ngomong soal banyak proyek di Bangka pake suara keras P:

Mie Koba

Selesai di Tanjung Pesona, driver langsung ngarahin mobil ke kuil Dewi Kuan Yin yang lokasinya masih di sekitar sana juga. Terlepas dari jalannya yang luar biasa kecil, dan kuilnya yang nggak gede-gede amat ternyata kuil ini pernah dikunjungin sama Pak Harto, bu Tien, Titiek Puspa, dubes PBB, sampai Margaret Thatcher D: Disini ada sejenis mata air yang katanya bisa bikin awet muda kalau kita cuci muka pake airnya dan ada sejenis altar di tengah kolam teratai tempat kita bisa ngelempar uang koin keatasnya. Katanya, kalau koinnya bisa sampe di altar itu, rejeki kita bisa lancar loh. Aku ? dari lima kali lempar cuma mendarat dua P:

Sumur awet muda P: @ kuil Dewi Kuan Yin, Sungailiat, Bangka Island

Taman teratai + Altar lempar koin (?) @ kuil Dewi Kuan Yin, Sungailiat, Bangka Island

Puas di kuil Dewi Kuan Yin, kita langsung ngebut ke tujuan pantai berikutnya which is Pantai Matras. Pantai Matras itu letaknya nggak begitu jauh dari pantai Parai tapi memang agak terpencil soalnya dikelilingi hutan lebat n ada cerita seremnya. Cerita seremnya apa ? ada deeeehhhhh. Btw pantainya agak mirip sama Pasir Padi tapi lebih curam n masuknya nggak bayar D:

Random Pantai Matras shot @ Sungailiat, Bangka Island

Dan sebelum balik lagi ke kota sungailiat buat makan bakso (di Bangka kok makan bakso?! ) kita ketemu sama insiden (nomer 2) kesasar menuju pantai entah berantah yang jalan masuknya berupa jalan tanah merah. Serem banget !

Bakso Mas Trisno (Bakso jawa ala Bangka P: )

insiden nomer 2, jalan setapak merah yang nggak mengarah kemana-mana

Penutup hari ini ? Martabak bangka dong P: Btw aku baru tahu kalau Martabak Bangka itu ternyata martabak manis semua dan martabak telor itu ternyata Martabak Mesir P:

random tukang martabak shot @ Sungailiat, Bangka Island

Btw menu makan malam hari ini ikan tenggiri bakar (again) dan hotelnya kembali mati lampu sekitar jam setengah 10 malem P:

Day penuh insiden 4

Awalnya si hari ini oke-oke aja. Bangun sesuai alarm n sukses nge-take foto-foto sunrise di Parai sebelum pergi makan pagi dan kebentur insiden pertama di hari keempat which is ikan Tenggiri Bakar (lagi).

Sunrise @ Pantar Parai Tenggiri, Sungailiat, Bangka Island

Jadi ceritanya okaa-sama mesen ikan Tenggiri Bakar buat dimakan di jalan pulang karena hari ini kan ceritanya mau pulang ke Jakarta. Nah, prosedur mesen udah diikutin dengan baik dari jam stengah 7 pagi karena rencananya kita mau cau jam 8an. Eh nggak tahunya si restoran hotelnya entah nggak dengerin, entah males, ato entah gimana sampai ceritanya jadi itu ikan sama sekali belum ada pas udah mau check out. Kesel ? So pasti ! Trus akhirnya gimana ? Bodo amat la ! udah diburu jadwal pesawat !

Satu jam setengah yang cepat di perjalanan Sungailiat-Pangkalpinang dan rencananya mampir lagi ke si tukang kerajinan timah yang entah gimana ceritanya pas nyampe masih juga tutup dari hari kmaren (insiden nomer 2). Gagal dapet timah, rencana makan cemilan di skip dan langsung away ke Bandara. Maksudnya sih biar tinggal naik pesawat aja.

Eh nggak tahunya si Pulau Bangka bikin pesta perpisahan super meriah dan terjadilah insiden wajib di setiap Bandara (insiden nomer 3) yaitu delay gara-gara hujan super deras! (ada juga si pesawat yang nekat buat take off tapi nggak ada yang nekat landing karena bisa kepeleset di runway P: ) Btw Bandaranya bocor pas hujan deras itu walopun ga banyak P:

Pesta pelepasan meriah ala Pangkalpinang, (after) hujan super deras

Begitu si hujan mereda dikit sekitar satu stengah jam kemudian dan Boeing 737-400 punya Batavia Airlines itu siap buat terbang lagi, mulailah kita smua masuk ke pesawat hanya untuk dihadapkan sama insiden yang mengawali seluruh trip ke Bangka ini (doh! insiden keempat! ) which is… AC pesawatnya puanaaaaaaasssssss!

Skip sejam dan mendaratlah kita di Jakarta yang cerah nan panas dan penuh upacara penyambutan yang mestinya udah bisa diperkirakan karena udah standarnya Jakarta banget yaitu macet gaje di pintu keluar tempat parkir P: Skip beberapa jam lagi dan akhirnya sampailah kita di penghujung acara jalan-jalan penuh insiden yaitu kota Bandung yang menyambut kedatangan kita dengan hujan deras (nggak bosen-bosen ini pesta air hujan P: )

random baggage counter shot @ Terminal 1C, Soekarno-Hatta Int. Airport, Jakarta

the rainy city of Bandung (lho? bukannya itu Bogor?)

NB : Btw pas di Bandung ada bonus insiden juga yaitu nyasar di antah berantah kota Cimahi yang berbatasan langsung sama benteng-benteng Setra Duta. Sempet bikin sport jantung gara-gara wilayah sekitar situ lagi mati lampu + jalannya super duper parah tapi akhirnya bisa balik ke Setra Duta P:

NB : Kalau kunilai pakai standarku, si Hotel Parai ini nilainya P+ karena pelayanannya super lelet, gaje, n (lumayan) nyebelin. Btw si Driver aku nggak masuk hitungan (kalaupun masuk, yang dapet E cuma pelayanan dari drivernya aja) karena dia ternyata orang di luar Hotel Parai (jadi si Hotel ini pakai jasa perusahaan rental diluar Hotel)

Tags: , , , , , ,

4 Responses to “Bangka first visit, trip penuh insiden (?)”

  1. numpang tanya nih, bro pake kamera apa ya? Thx

  2. Pake kamera HP bro, si sony ericsson U1i

  3. sedih amat nasihnya gan.. hehheh

Leave a Reply

Name (required) Mail (required) Website