HOME / Automotive / Test Drive – Honda Freed 2013
Posted September 18th, 2013 , 2
Test Drive – Honda Freed 2013

Kali ini, saya coba-coba sebuah Honda Freed E versi minor facelift 2013, small MPV besutan honda yang baru keluar dari showroom bulan Juli kemarin dan sudah lulus tes jalan Bandung – Banyuwangi pp. Buat informasi tambahan, Freed model 2013 di Indonesia hadir dengan tiga tipe, A, S, E.

….Kalo kata saya, A itu Amatstandar. S itu Standar. E itu (mungkin) Elegance.

Btw, small MPV yang udah malang melintang di Indonesia sejak 2009 ini cuman ada di Jepang sama di ASEAN. Di belahan dunia lain gak ada. Dan Indonesia dapet kehormatan buat jadi basis produksi kedua Freed (yang pertama ya di Jepang sana) sejak ini mobil dilansir di Jepang buat konsumsi dalam negeri sekalian diekspor ke pasar ASEAN (Elite juga ya kita). Freed sendiri udah tiga kali difacelift. Facelift pertama di Juli 2010 yang lebih nyentuh sektor interior (Oktober 2011 ada perubahan penyebutan varian Non-PSD jadi S while varian PSD jadi E tapi secara overall gak ada yang di facelift dan nambah varian yang lebih murah, S-Alpha yang nantinya jadi tipe A). Facelift kedua May 2012 yang eksterior n interior sama-sama difacelift. Facelift ketiga Maret 2013 yang minor facelift buat varian E n nambah kelengkapan interior buat varian S.

Kenapa bisa dapet? Well, benernya udah sering naik sih, tapi baru dapet chance buat foto-foto n test drive yang lebih komprehensif (bahasa doang yang keren)-nya baru-baru ini. Makanya nulisnya baru sekarang.

Sedikit melihat ke belakang, ternyata saya sudah pernah ngereview Honda Freed non-PSD produksi 2011 awal n pernah jalan-jalan pake Honda Freed PSD produksi 2010 (non-review). Well, jaman itu Honda Freed cuman ada dua trim, PSD dan Non-PSD. Anggeplah tulisan ini review episode dua dari Freed yang 2011, hehe..

Eksterior

Dilihat dari depan, dibanding versi sebelum facelift 2012, Freed kini jauh lebih elegan. Sepasang headlamp kristal model kotak keliatan pas sama grille krom yang baru dengan satu kisi grille di bagian paling atas lebih tegas dari yang lain. Cukup pas dijadiin tempat logo Honda bertengger. Model bumper depan juga sedikit berubah, tapi aku lebih suka model bumper depan yang lama, somehow lebih nyatu dengan tarikan garis body keseluruhan. Khusus tipe E, sekarang ada sepasang foglamp oval di bemper depan bikin gak perlu lagi beli after-market foglamp yang biasanya dipasang di kisi airscoop depan. Well, tipe E sama tipe A tetep mesti beli sih.

Depan+samping. Lebih elegan dari pendahulunya

Dilihat dari samping, benernya lumayan juga dan sama sekali gak ada perubahan sejak model 2009. Ada dua tarikan garis body yang secara gak langsung bikin apapun yang ada di body samping itu lebih menyudut ke depan yang sumbernya dari lampu belakang. Dari sini terlihat pintu belakang yang bermodel sliding door itu lebih lebar dari pintu depan, tapi relnya yang pendek dan keliatan jelas pastinya bikin pintu itu gak bisa 100% kebuka. Yah, akses ke baris ketiganya lewat tengah baris kedua jadi tak apalah. Dan yang agak gak nyambung mungkin -masih- desain kaca baris ketiga. Personal taste aja sih tapi kayanya bakal lebih bagus kalo modelnya lebih ‘ngotak’. Sekaligus ngasi visibilitas lebih buat yang duduk di baris ketiga.

and i’m right. Cuman bisa kebuka setengah sliding door-nya

Sekilas dilihat, desain Freed sedikit banyak mirip sama desain Mercedes-Benz A-klasse W168-169 (1997-2012). Depan menyudut, belakang Mengotak. Bedanya, A-klasse jauh lebih kecil n lebih sempit dari Freed. Ekstremnya sih… si A-Klasse itu hampir-hampir se-suzuki Karimun lah ya.

Dilihat dari belakang, hmm… gak pure lurus boxy kaya di Daihatsu Gran Max or sejenis sih. Ada lekukan-lekukan yang intinya bikin bagian belakang dia gak keliatan terlalu ‘ngotak’ dan kaku. Main featurenya udah pasti kaca belakang yang besarnya sampe sepertiga pintu bagasi yang juga dilengkapi dengan wiper. Personal taste aja sih, tapi kupikir bakal lebih bagus kalau kacanya sedikit lebih besar dan dibikin lebih ‘ngotak’, tapi mungkin bakal kebentur tarikan garis body di pintu bagasi yang kebentuk dari bentuk lampu belakang. Well, lampu belakangnya keliatan agak kecil karena memang cuman di tempatkan di sisi pintu bagasi. Bukan ‘kepotong’ pintu bagasi kaya lazimnya mobil-mobil jaman sekarang. Penggunaan emblem yang minim (cuman dua emblem which are logo Honda n emblem Freed) bikin desain bagian belakang ini sedikit lebih berkelas. Penempatan emblem-emblemnya pun pas. Untuk tipe E ada aksen chrome di bagian atas tempat plat nomer yang posisinya cukup pas. No ‘mata kucing’ sighted.

belakang samping yang cukup banyak lekukan

Interior

Notice pertama, dashboard. Benernya desain dashboard ini masih sama dengan Freed lansiran 2009. Model bertingkat yang sama honda disebut ‘open cafe’. Very big. Ngabisin space sepanjang sudut kemiringan windshield dan keliatan minimalis. Hampir semua bagiannya rata seolah bisa ditaro apaan aja. Kalo gini sih, lebih cocok dibilang ‘buffet’. Center console agak gak nyambung dengan keseluruhan dash, lebih gara-gara aksen chrome yang gak keliatan mahal. Tuas gear ada di dash, posisinya mendekati setir yang polos dan boring, tapi agak bikin kagok walaupun mudah dijangkau. Di sebelah tuas gear ada panel kontrol AC otomatis, hasil improvement oktober 2010. Well, tipe E sama tipe A dapet panel kontrol AC manual model lama yang bentuknya kaya kenop kompor gas itu. Meter cluster bertingkat terletak sedikit di atas setir dan yang masih manual tinggal speedometernya aja. Tachometer digital, indikator bensin digital, dan ada MID di tengah speedo yang cukup fungsional. Selain indikator biasa juga ada indikator yang lagi trend di mobil-mobil Honda which is indikator ECO. Buat liat style nyetir anda hemat atau gak.

Buffet Dashboard

Naik mobil ini selalu kerasa kaya lagi naik mobil besar. Yeah right jika anda duduk di baris pertama. Windshield yang sangat besar (berdasarkan comment master v-kool di Bandung sini, ukurannya selevel windshield Alphard) menjamin visibilitas superb ditambah pilar A yang mayan kecil buat meminimalisir blindspot. Bagian bawah dashboard yang menjorok ke dalam bikin ruang kaki baris depan pastinya lebih banyak dari baris lainnya. Kursi cukup besar dengan armrest, tapi tipis walaupun katanya busanya lebih tebal. Sekarang, kursi pengemudi juga bisa di set naik turun. Gak kaya jaman sebelum facelift Mei 2012 yang bikin posisi kursi kerasa canggung soalnya tinggi.

Baris kedua? So-so. Apalagi kalau bangku baris pertama mundur sampe mentok. Sepasang kursi model captain seat seukuran dengan kursi depan dan keduanya juga udah dilengkapi armrest. Well, disinilah tujuan penerapan sandaran kursi depan lebih tipis, supaya leg room baris kedua (sedikit) lebih besar. Disini Honda Freed konon menerapkan ‘theatrical mode’ yang maksudnya tinggi tiap baris beda buat memaksimalkan visual. Well, saya sih gak merasakan tinggi baris kedua ini beda dari baris pertama. Improvement berikutnya yang dilakukan Honda… sekarang diatas bangku baris kedua ada AC double blower dan lampu kecil diatas kursi.

akomodasi row dua and row tiga

Duduk di baris ketiga? Sebelas dua belas sama Toyota Avanza. Inget ini mobil small MPV? Apalagi kursi ini bisa dibilang udah ‘mati’ posisinya alias sama sekali gak bisa dirubah kecuali mungkin… dilipet kedepan dan dilipet kesamping. Persis pengaturan kursi baris ketiga di Toyota Kijang Innova. Selain sabuk pengaman, fitur tambahan buat Kursi yang kesannya dipasang seadanya ini paling lampu kecil dan… kalau bisa dianggap fitur… sebelahan sama speaker.

Soal bagasi, well, bagasi vertikal Freed dalam keadaan semua kursi normal sekitar 162 liter. Well… cukup sempit tapi semua bagasi MPV tiga baris ya sekitar segitu ukurannya. Begitu kursi belakang dilipat, dapet lah angka 600an liter. Dan karena yang berfungsi sebagai bagasi adalah semua areal baris ketiga, gak aneh kalo sepeda juga bisa masuk ke dalem situ.

Untuk fitur aneh-aneh, selain immobilizer dan Honda anti-theft (masa iya sih?) alarm, paling cuman ada spion yang sekarang ada sein-nya n bisa dilipat otomatis, panel kontrol pintu belakang PSD yang terletak di dekat panel kontrol pengaturan spion, dan fitur ajaib yang menarik, si pintu belakang sebelah kiri bakal berhenti sendiri kalau pintu tempat bensin lagi dibuka. Mencegah senggolan yang gak perlu kalau-kalau pintu belakang kiri gak sengaja kebuka pas lagi isi bensin.

Drive

Freed pake mesin L15A 1.4L i-VTEC SOHC yang sama dengan yang dipakai Honda Jazz n Honda City, formula yang sama sejak Freed dilansir 2009 silam. Tapi bedanya, begitu kunci kontak diputar, suara starternya lebih bagus. Gak kaya bunyi kaleng di Jazz. Di gas perlahan, mobil ini majunya gak gitu perlahan. Entah mesinnya yang kebanyakan tenaga untuk mobil sekelas Freed atau gimana tapi well… it’s a Honda. Justru harus begini.

Sejak versi facelift May 2012, Rilis resmi Honda bilang mesin yang dipakai bersama tiga mobil ini sekarang dipasangkan teknologi Drive By Wire, Torque Boost Resonator, Hold Control + Grade Logic Control, dan Active Lock-Up System (dua tech terakhir gak ada di Honda City terbaru) tapi saya gak mendalami lebih dalam teknologi ini fungsinya apa aja. Yang jelas, kalau dibandingin dengan Freed terdahulu, terutama Freed 2011 yang saya banyak coba, Freed 2013 ini jauh lebih responsif. Diluar pemasangan teknologi aneh-aneh, bisa jadi bobot Freed yang lebih berat dibanding Jazz n City bikin mesin yang katanya lulus standar emisi Euro-4 itu lebih mampu menyesuaikan akselarasi yang sekarang jadi lebih mulus. Poin terakhir ini penting karena Jazz model 2011 yang sering dititipin disini gak begitu berhasil bikin akselarasi yang mulus, apalagi di posisi gear rendah walaupun masih dibawah Yaris meledak-ledaknya.

Freed juga make transmisi A/T 5 percepatan yang diklaim sudah disesuaikan dengan kondisi jalan di Indonesia terutama buat gear D3-nya secara transmisi Freed belum dilengkapi triptonic. Well, saya termasuk yang skeptis dengan klaim pabrikan tapi Freed ini cukup mampu membuktikan klaimnya pas diajak high-speed cruising dari Padalarang ke Pasteur yang mayoritas jalan tolnya tanjakan dimana most car biasanya hilang tenaga kalau momentumnya hilang. Transmisi Freed sekarang lebih mampu ngimbangin injakan gas dan bikin dia gak kekurangan tenaga selama proses nanjak. Pun begitu momentumnya hilang, posisi gear langsung pindah mengikuti kebutuhan tenaga. Hal ini sepengalaman saya gak terjadi di Freed 2011 yang yah… cukup lemot transmisinya.

Namanya mobil bisa maju, mesti bisa berhenti juga dan Freed sudah melengkapi semua variannya dengan ABS+EBD yang bikin pengereman cukup mumpuni. Seburuk-buruknya sampe nabrak, selain ada dual SRS Airbag n seatbelt pretensioner w/ load limiter, konon katanya Freed ini dapet enam bintang di tes tabrakan JNCAP sana yang artinya anda akan aman-aman saja di dalam mobil. Well, saya sih males ngebuktiinya. Hasil redesign eksterior depan juga diklaim bikin Freed lebih aman bagi orang tak beruntung yang kebetulan.. emh.. tersentuh. Tidak untuk dicoba karena urusannya bisa panjang.

Aplikasi EPS bikin setir yang polos tapi cukup enak digenggam itu ringan, tapi gak terlalu ringan, mayan panjang jadi gak perlu haluan besar buat manuver, dan feedback-nya lumayan walaupun masih agak kerasa ngelayang. Yah.. namanya juga MPV. Bantingan Freed ini lumayan lembut. Gak lembut-lembut amat tapi forgiven lah buat sebuah Honda. Yah, bantingan lembut gak menjamin mobil ini gampang diajak manuver dan memang begitu kenyataannya. Well, menurutku lebih gara-gara bodynya yang lebar, tinggi, dan mengotak daripada soal settingan suspensinya. Enaknya, sensasi nyetir sedikit berubah dari Freed 2011. Pastinya karena kursinya lebih fleksibel yang bikin posisi duduk bisa naik-turun. Gak mati kaya dulu.

Untuk urusan parkir… well, Freed ini sejatinya cuman lebih besar sedikit dari Jazz, jadi yakinlah dia cukup mudah diparkirkan. Lagian kaca belakangnya super-besar, pandangan ke belakang mestinya lebih dari cukup buat ngira-ngira posisi parkir yang pas.

End of words,

Seperti kata saya di review Freed 2011, Freed is an alternative for they who wants to ride a Honda with their big family, dengan harga cukup ‘murah’ ketimbang MPV tujuh tempat duduk Honda yang lain. Toh, Honda dari dulu dikenal sebagai merk non-murahan dan Freed jelas membuat pemiliknya gak keliatan sedang naik MPV ‘murah’nya Honda. Mayan naikin prestis lah ya. Keluhan utamanya paling sempitnya. Apalagi kalau full-load orang dewasa semua. Yaa.. mau gimana lagi, namanya aja Small MPV. Keluhan kedua paling kemampuan manuvernya. Tapi again, it’s a MPV. cari handling bagus? Go for a sedan.

Ngomong-ngomong soal ‘murah’, waktu pertama keluar 2009 silam, saya yakin Honda Freed ini jawaban Honda buat kelas small MPV yang waktu itu isinya Toyota Avanza/Daihatsu Xenia melulu. Cuman pas ngeliat harganya yang mayan jauh diatas duo MPV kembar itu, jadi mikir-mikir juga sih. Apalagi sekarang Harganya Freed di level 216 (tipe A), 240 (tipe S), 267,5 (tipe S) jutaan OTR Jakarta.

Masalah harga ini juga yang bikin bingung buat milih alternatif lain buat si Freed. Di kelas harga segini, gak ada small MPV yang bentuk n ukurannya sama dengan Freed. Adanya malah di kelas diatasnya, say, Toyota Kijang Innova. Yang bentuknya sama pun begitu. Kelasnya diatas Freed, say, Toyota Noah, Nissan Serena, or Mazda Biante. Kalo gak diatas, adanya ya kelas harga dibawah Freed, say,Daihatsu Gran Max/Luxio, Nissan Evalia, or Suzuki APV. Kalo mau yang bentuk non-boxy ada Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Nissan Grand Livina, Suzuki Ertiga, Mazda VX-1, Chevrolet Spin. Tapi ya seperti yang saya bilang tadi. Mobil-mobil ini harganya dibawah Freed termurah.

Denger-denger tahun ini bakal ada Honda Mobilio yang katanya bakal tanding di kelas low small MPV yang isinya mobil-mobil yang saya sebut tadi. Jadi makin gak jelas aja Honda Freed ini kelasnya dimana dan pesaingnya apa…

Tags: , , , , , , ,

2 Responses to “Test Drive – Honda Freed 2013”

  1. Review yang lengkap dan sangat informatif untuk kami yg lagi nyari freed 2nd. Jadi 2013 keatas ya cukup signifikan improvementnya.

  2. Honda Freed memang termasuk MPV yang paling diincar banyak orang karena spesifikasinya yang cukup oke

    Gayahidupku.com

Leave a Reply

Name (required) Mail (required) Website